Seragam pun Ganti Setiap Hari… »
By warungselatsolo on Nop 11, 2008 in ladang-hidup | 1 Comment
KALI ini, mari kita bicara tentang pakaian seragam. Bukan seragam anggota Pramuka, apalagi TNI atau Polri. Juga bukan seragam pemain sepak bola.
Jadi, seragam apa? Tentu saja tentang pakaian seragam para pekerja di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies. Mungkin tidak istimewa bagi orang lain, tetapi istimewa untuk keluarga kami, terutama istri saya.
Lilis a.k.a Wulandari, istri saya, memberi seragam bermacam-macam untuk para pekerjanya. Maka, mereka –enam perempuan dan tiga laki-laki—setiap hari berganti pakaian seragam.
Satu hari, misalnya, mereka mengenakan seragam ala engkoh-engkoh dan tacik-tacik China. Hari lain, memakai seragam lurik khas Solo, Jawa Tengah. Hari lain lagi, berseragam batik. Demikian seterusnya setiap hari, sampai kembali lagi pada hari memakai seragam ala China.
Ini memang salah satu cara saya merawat warung makan yang dia kelola lebih dari 20 tahun tersebut. Cara lain, seperti pernah saya ceritakan, adalah melengkapi berbagai sudut dan ruang Warung Selat Mbak Lies dengan ornamen-ornamen yang dia anggap menarik dan rame.
Dalam hal-hal seperti itu, demi kepuasan hati menata warung dan segenap komponen pendukungnya -–termasuk para pekerjanya— tersebut, istri saya bisa sangat cerewet. Dia juga tak segan keluar banyak uang, plus banyak tenaga serta waktu. Termasuk, jika harus pergi ke luar kota, seperti ke Jogjakarta dan Jakarta.
Untuk mencari seragam lurik, misalnya, dia sempat minta antar saya ke Jogjakarta, sekitar 60 km dari Solo. Namun, karena kala itu ternyata tidak cocok, istri saya batal membeli banyak lurik dari Jogja, dan akhirnya membeli di Pasar Klewer, Solo.
Adapun seragam pakaian ala China, dibeli di Jakarta saat istri saya berlibur sepekan ke rumah orangtuanya, akhir September sampai awal Oktober 2008 lalu. Semangat istri saya membeli dan memilih seragam-seragam tersebut tidak kalah dengan semangatnya sewaktu mencari beberapa ornamen dan pernak-pernik penghias Warung Selat Mbak Lies.










