By warungselatsolo on Agu 11, 2008 in ladang-hidup | 2 Comments

MESKI terletak di dalam kampung, masuk gang kecil —hanya bisa dilewati sebuah mobil— namun warung makan istri saya relatif sangat ramai pembeli. Terutama pada waktu hari Sabtu dan Minggu, atau pada saat hari libur tanggal merah.
Suasana padat pembeli biasa terjadi siang hari. O, ya, warung istri saya itu buka pukul 10.00 WIB-17.00 WIB. Meski demikian, sering sebelum jam 10.00 ada beberapa pembeli datang mau makan, bahkan pernah ada dua orang datang pukul 06.00 pagi, karena mengira jam segitu sudah buka.
Karena kami tak punya tempat parkir luas, khususnya untuk mobil, para pembeli yang bermobil memarkir kendaraan mereka di halaman rumah tetangga sebelah. Itupun tak bisa banyak, maksimal empat mobil. Uang jasa parkir diterima tetangga sebelah. Pak Jasadi, demikian nama tetangga itu, dulu penarik becak, kini beralih profesi sebagai pengelola tempat parkir di halaman rumahnya. Read the rest
Berbagi
By warungselatsolo on Agu 1, 2008 in ladang-hidup | 15 Comments

BEBERAPA nama terkenal pernah makan di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies. Misalnya, artis-pelawak Dono Warkop semasa hidup, atau penyair-dramawan WS Rendra.
Hari Rabu (30/7/2008) lalu, kembali ada sosok terkenal yang menikmati makanan khas warung istri saya, yaitu selat. Dialah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Erman Suparno. Dia menyantap selat dan minum wedang tape ketan hangat setelah mengikuti acara dinas di Solo dan acara pribadi di Keraton Kasunanan Solo.
Erman bersama rombongan —para pejabat dan karyawan di lingkungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), termasuk dari kantor Solo— datang Rabu sekira pukul 11.00 WIB. Semula, sehari sebelumnya, Selasa (29/7), salah seorang karyawati Depnakertrans Solo memberitahu istri saya bahwa menteri dan rombongan akan datang untuk makan pada hari Selasa (29/7) pukul 14.00 WIB. Read the rest
Berbagi
By warungselatsolo on Jul 23, 2008 in sahabat | 5 Comments

MUHAMMAD Zainuri mengirimkan selembar foto pernikahannya ke saya via internet, beberapa hari lalu. Dia adalah sejawat saya tatkala sama-sama bekerja sebagai reporter Tabloid Bangkit, di Jakarta, sekitar 10 tahun silam.
Zen —demikianlah saya dan kawan-kawan biasa memanggil Zainuri— kini menjadi produser di TV One milik menteri-pengusaha Aburizal Bakrie alias Ical itu. Dia sudah lama bekerja sejak stasiun televisi tersebut masih bernama Lativi.
Sebelumnya, arek Mojokerto, Jatim, tersebut sempat bekerja di beberapa perusahaan pers di Jakarta sesudah Bangkit ditutup induknya, Harian Surya Surabaya. Saya ingat, sesudah Bangkit mati, Zen memutuskan tetap bertahan di Jakarta, keluar dari Surya, meski sebenarnya dia diberi kesempatan menjadi wartawan Surya di Surabaya atau kota-kota lain di Jatim. Read the rest
Berbagi
By warungselatsolo on Jul 22, 2008 in Saksi-Saksi Yehuwa | 0 Comments

HARI Jumat sampai Minggu (18 Juli 2008-20 Juli 2008), di Supermall Surabaya Convention Center (SSCC), lantai satu Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya, berlangsung Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa Jatim 2008. Tahun lalu, kebaktian serupa para pengikut Yesus Kristus ini juga dilaksanakan di sana.
Saya ikut hadir di kegiatan rohani bertema ‘Dibimbing oleh Roh Allah’ tersebut, meski hanya Sabtu dan Minggu. Itupun cuma dari pagi sampai pukul 12.10 WIB, saat break; tak sampai selesai (acara selesai pukul 16.55 WIB pada Jumat dan Sabtu, serta pukul 16.00 WIB pada Minggu). Read the rest
Berbagi
By warungselatsolo on Jul 14, 2008 in keluarga | 5 Comments

USIANYA kini nyaris 21 tahun —lahir September 1987— dan segera meninggalkan bangku kuliah di Diploma 3 Fisip Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Jurusan Komunikasi Terapan Konsentrasi Periklanan. Dialah Ariani Setyowati, anak mbarep saya.
Biasa disapa Aik oleh keluarga, tetangga maupun teman-temannya, anak gadis saya itu baru saja mengikuti ujian akhir di kampusnya, Kamis (10/7/2008 lalu). Aik dinyatakan lulus oleh tim dosen penguji, dan diberi kesempatan revisi daftar pustaka dalam waktu dua pekan.
Sekarang tinggal menunggu jadwal wisuda, dua bulan lagi —September 2008— dan ia pun akan meninggalkan kampusnya. Saya belum tahu apakah Aik ingin melanjutkan kuliah dengan transfer ke program Strata 1, atau mencari pekerjaan. Kami belum mendiskusikannya secara serius. Namun, besar kemungkinan ia memilih bekerja. Read the rest
Berbagi