<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
	<title>warung selat: &#187; profesi</title>
	<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com</link>
	<description>muara hidup dan cinta kami</description>
	<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 15:35:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Dari dalam Sancaka&#8230;</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/30/dari-dalam-sancaka/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/30/dari-dalam-sancaka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 07:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/30/dari-dalam-sancaka/</guid>
		<description><![CDATA[BERANEKA pemandangan saya saksikan dari dalam Sepur Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya, setiap pekan, biasanya hari Jumat. Demikian pula Jumat (28/11/2008) pagi sampai siang lalu, tatkala saya kembali ke Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk bekerja, setelah libur rutin sehari di tempat  asal saya, Kota Solo, Jawa Tengah. Sebagian pemandangan sepanjang 272 km itu &#8212;biasa ditempuh sekira [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BERANEKA</strong> pemandangan saya saksikan dari dalam Sepur Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya, setiap pekan, biasanya hari Jumat. Demikian pula Jumat (28/11/2008) pagi sampai siang lalu, tatkala saya kembali ke Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk <a HREF="http://surya.co.id" TITLE="kerja neng surya meh 15 tahun ki!">bekerja</a>, setelah libur rutin sehari di tempat  asal saya, Kota Solo, Jawa Tengah. Sebagian pemandangan sepanjang 272 km itu &#8212;biasa ditempuh sekira 4,5 jam&#8212; bisa dilihat di sini.</p>
<p><a TITLE="sancaka485.jpg" REL="attachment wp-att-344" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=344"><img ALT="sancaka485.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/sancaka485.jpg" /></a></p>
<p><a TITLE="sancaka2485.jpg" REL="attachment wp-att-346" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=346"><img ALT="sancaka2485.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/sancaka2485.jpg" /></a></p>
<p><a HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=347" REL="attachment wp-att-347" TITLE="sancaka3485.jpg"><img SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/sancaka3485.jpg" ALT="sancaka3485.jpg" /></a></p>
<p><a TITLE="sancaka1484.jpg" REL="attachment wp-att-348" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=348"><img ALT="sancaka1484.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/sancaka1484.jpg" /></a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=345&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_345" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/30/dari-dalam-sancaka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jabatan Baru dengan Tugas Lawas</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/jabatan-baru-dengan-tugas-lawas/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/jabatan-baru-dengan-tugas-lawas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 14:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/jabatan-baru-dengan-tugas-lawas/</guid>
		<description><![CDATA[ 
GERBONG mutasi kantor saya bergerak lagi, dan saya termasuk salah satu penumpangnya. Mulai Senin (24/11/2008), saya dimutasi dari redaktur halaman daerah/halaman Jatim menjadi redaktur halaman satu. Kantor saya tetap di Surabaya.
Bagi saya, ini jabatan baru dengan tugas lawas : mengedit berita. Tak beda dengan pekerjaan atau tugas saya sebelumnya sebagai editor desk Jatim. Bedanya, sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <a TITLE="surya-meneh480.jpg" REL="attachment wp-att-338" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=338"><img ALT="surya-meneh480.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/surya-meneh480.jpg" /></a></p>
<p><strong>GERBONG</strong> mutasi <a HREF="http://surya.co.id">kantor saya</a> bergerak lagi, dan saya termasuk salah satu penumpangnya. Mulai Senin (24/11/2008), saya dimutasi dari redaktur halaman daerah/halaman Jatim menjadi redaktur halaman satu. Kantor saya tetap di Surabaya.</p>
<p>Bagi saya, ini jabatan baru dengan tugas <em>lawas</em> : mengedit berita. Tak beda dengan pekerjaan atau tugas saya sebelumnya sebagai editor <em>desk</em> Jatim. Bedanya, sekarang saya tak punya wakil; juga tidak memiliki anak buah.</p>
<p>Saya  memakai istilah &#8216;gerbong mutasi&#8217;, karena yang dipindahtugaskan memang bukan hanya saya. Beberapa kawan lain pun pindah antar<em>desk</em>; bahkan ada yang dimutasi dari Kota Surabaya ke Kota Malang.</p>
<p>Tak ada yang istimewa, memang. Sebuah mutasi biasa. Sesuai kebutuhan perusahaan yang menerbitkan koran saya, yang saat ini berusia 19  tahun. Mutasi normal, bukan karena<em> like and dislike</em>.</p>
<p>Ini mutasi biasa bin normal, yang membuat   saya memiliki jabatan baru dengan tugas <em>lawas</em>. Tugas yang saya laksanakan sejak saya dimutasi dari Biro Jakarta, November 2004 silam. Kala itu, begitu ditarik dari Jakarta,  saya menjabat wakil redaktur politik; kemudian sejak 1 April 2006 menjadi redaktur politik,  mulai 17 September 2007 menjabat redaktur Jatim, dan kini redaktur halaman satu.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=334&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_334" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/jabatan-baru-dengan-tugas-lawas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Trail, dan Potongan Kenangan Masa Lalu</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/trail-dan-potongan-kenangan-masa-lalu/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/trail-dan-potongan-kenangan-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 04:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ladang-hidup]]></category>

		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<category><![CDATA[selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/trail-dan-potongan-kenangan-masa-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[- 
SEBUAH sepeda motor model trail diparkir di halaman rumah sekaligus warung istri saya, di Serengan Gang II/42, Kota Solo, Jawa Tengah. Pemiliknya berada dalam warung, menyantap seporsi selat, makanan andalan Warung Selat Mbak Lies. Saya merasa gatal untuk memotret trail tersebut.
Begitulah. Setiap kali melihat sepeda motor yang biasa dipakai berlaga di arena motocross ini, pikiran saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>- <a TITLE="trail480.jpg" REL="attachment wp-att-331" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=331"><img ALT="trail480.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/trail480.jpg" /></a></p>
<p><strong>SEBUAH</strong> sepeda motor model<em> trail</em> diparkir di halaman rumah sekaligus warung istri saya, di Serengan Gang II/42, Kota Solo, Jawa Tengah. Pemiliknya berada dalam warung, menyantap seporsi selat, makanan andalan <a HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/08/01/menteri-pun-menikmati-selat-istri-saya/">Warung Selat Mbak Lies</a>. Saya merasa gatal untuk memotret trail tersebut.</p>
<p>Begitulah. Setiap kali melihat sepeda motor yang biasa dipakai berlaga di arena <em>motocross</em> ini, pikiran saya memang tak bisa ditahan untuk mengenang sebagian potongan masa lalu saya. Pasalnya, saya juga pernah mengendarai <em>trail</em>.</p>
<p>Kala itu, saat masih menjadi reporter Harian <em><a HREF="http://surya.co.id">Surya</a></em> di Kota Solo, sekitar tahun 1994 sampai akhir 1998, saya naik <a TITLE="trail-kuno" HREF="http://www.motorbike-search-engine.co.uk/classic_bikes/dt100.JPG">Yamaha DT 100 cc</a>. Meliput ke mana saja, di dalam kota &#8212;misalnya ke kantor pemkot, gedung dewan, kantor polisi, atau ke kampus— saya kendarai sepeda motor buatan tahun 1976 tersebut.  <a href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/trail-dan-potongan-kenangan-masa-lalu/#more-332" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=332&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_332" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/23/trail-dan-potongan-kenangan-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Naik Sepur dengan Percuma&#8230;</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/22/naik-sepur-dengan-percuma/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/22/naik-sepur-dengan-percuma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 07:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/22/naik-sepur-dengan-percuma/</guid>
		<description><![CDATA[ 
TUBUH saya masih berkeringat saat saya tulis naskah ini, di kantor, Sabtu (22/11/2008) siang. Sebelumnya, sekira 30 menit yang lalu, saya baru saja turun dari Sepur Sancaka Jurusan Jogjakarta-Surabaya (saya naik dari Stasiun Solo Balapan, turun di Stasiun Surabaya Wonokromo).
Kali ini saya naik sepur dengan percuma, alias cuma-cuma, alias gratis. Naik kereta api dengan percuma, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <a TITLE="tiket-gratis485.jpg" REL="attachment wp-att-329" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=329"><img ALT="tiket-gratis485.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/tiket-gratis485.jpg" /></a></p>
<p><strong>TUBUH</strong> saya masih berkeringat saat saya tulis naskah ini, di<a HREF="http://www.surya.co.id"> kantor</a>, Sabtu (22/11/2008) siang. Sebelumnya, sekira 30 menit yang lalu, saya baru saja turun dari Sepur Sancaka Jurusan Jogjakarta-Surabaya (saya naik dari Stasiun Solo Balapan, turun di Stasiun Surabaya Wonokromo).</p>
<p>Kali ini saya naik sepur dengan percuma, alias cuma-cuma, alias gratis. Naik kereta api dengan percuma, seperti potongan syair sebuah lagu anak-anak jaman doeloe. Bukan karena dibayari orang. Juga bukan karena ‘<em>nembak</em>’ tiket &#8212;kebiasaan buruk yang pernah saya lakoni tatkala saya masih <em>ngantor</em> di <a HREF="http://www.surya.co.id" TITLE="Surya Biro Jakarta">Jakarta</a>, dan rutin pulang pergi Jakarta-Solo setiap dua pekan, sebelum November 2004 silam dimutasi ke <a HREF="http://surya.co.id" TITLE="Mabes Surya di Sby">Surabaya</a>.</p>
<p>Saya naik sepur dengan percuma karena menukarkan 20 bekas tiket Sancaka kelas bisnis dengan satu tiket gratis. Tiket sebanyak itu saya kumpulkan selama kurang-lebih 20 pekan atau sekitar lima bulan, dengan asumsi saya naik Sancaka setiap Jumat pagi.</p>
<p>Kalau dinilai dengan uang, 20 tiket itu setara dengan uang Rp 1 juta lebih (harga tiket Sancaka Solo-Surabaya kelas bisnis Rp 50.000, tetapi sejak beberapa pekan lalu    naik menjadi Rp 60.000). Jadi, setelah keluar uang Rp 1 juta lebih, saya baru berhak memperoleh tiket gratis yang kini berharga Rp 60.000. Yah, lumayan, untuk orang yang bekerja<em> nglajo</em> Surabaya-Solo seperti saya&#8230;.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=330&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_330" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/22/naik-sepur-dengan-percuma/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Copet yang Mengundang Tawa</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<category><![CDATA[reportase]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/</guid>
		<description><![CDATA[
ANDA pencopet? Kalau iya, jangan sekali-kali datang ke Toko Mirota Batik, di Jalan Malioboro, Jogjakarta. Karena, jelas terpampang di bagian atas  pintu masuk toko  laris     itu, sebuah plang bertuliskan COPET DILARANG MASUK.
Anda tertawa karena geli? Kalau iya, sama dengan saya. Ketika datang pertama kali mengantar istri ke toko di seberang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=320" REL="attachment wp-att-320" TITLE="copet485.jpg"><img SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/copet485.jpg" ALT="copet485.jpg" /></a></p>
<p><strong>ANDA</strong> pencopet? Kalau iya, jangan sekali-kali datang ke Toko Mirota Batik, di Jalan Malioboro, Jogjakarta. Karena, jelas terpampang di bagian atas  pintu masuk toko  laris     itu, sebuah plang bertuliskan <strong>COPET DILARANG MASUK</strong>.</p>
<p>Anda tertawa karena geli? Kalau iya, sama dengan saya. Ketika datang pertama kali mengantar istri ke toko di seberang Pasar Beringharjo ini, sekitar sembilan bulan lalu, saya tertawa membaca tulisan tersebut. Setelah itu, setiap kali datang lagi, saya masih saja tertawa. Demikian pula ketika saya ke sana untuk membelikan barang titipan istri, Jumat (14/11/2008) siang.</p>
<p>(Saya ke Mirota Batik  diantar  Agung PW,      jurnalis <em><a HREF="http://www.suaramerdeka.com">Suara Merdeka</a></em> Semarang yang bertugas di Jogjakarta. Tujuan utama saya ke Jogja kali ini  adalah membuat reportase tentang <a HREF="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/15/17291816/ponpes.senin-kemis.terima.santri.gay.dan.lesbian">pesantren khusus waria</a>, dan  saya memanfaatkan waktu        di <a HREF="http://www.surya.co.id/web/Berita-Utama/Mengintip-Ponpes-Khusus-Waria.html">sela liputan</a> untuk bertemu kawan-kawan lama seperti Agung. Juga, bersua  jurnalis <em><a HREF="http://www.detik.com">Detik.com,</a></em> Bagus Kurniawan, yang beberapa tahun lalu pernah satu kantor dengan saya di Gedung Persda-Kompas, Palmerah, Jakarta.       Menyenangkan bisa bertemu kawan-kawan lama).</p>
<p>Anda tertawa karena, bagi Anda, foto dan naskah tentang <strong>COPET DILARANG MASUK</strong> ini basi, lantaran sudah pernah Anda lihat dalam sebuah blog lain, atau bahkan  pernah Anda pasang pada blog Anda sendiri?  Kalau iya, tidak apa-apa. Karena, basi bagi Anda belum tentu basi untuk orang-orang lain.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=321&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_321" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

