<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
	<title>warung selat: &#187; perjalanan</title>
	<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com</link>
	<description>muara hidup dan cinta kami</description>
	<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 03:49:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Bersama Mas Kasno di Tirtonadi Tiap Kamis Dini Hari</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/bersama-mas-kasno-di-tirtonadi-tiap-kamis-dini-hari/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/bersama-mas-kasno-di-tirtonadi-tiap-kamis-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 14:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/bersama-mas-kasno-di-tirtonadi-tiap-kamis-dini-hari/</guid>
		<description><![CDATA[
BANYAK tempat wedangan di kota kelahiran saya, Kota Solo,  Jawa Tengah, tetapi hanya wedangan Mas Kasno yang  sekarang  menjadi favorit saya. Hampir setiap Kamis dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, saya minum teh-jahe-panas-manis, dan kadang-kadang menyantap sego kucing, di wedangan tersebut.
Saya pilih wedangan Mas Kasno bukan karena jenis maupun kelezatan makanan dan minuman yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a TITLE="wedangan485.jpg" REL="attachment wp-att-322" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=322"><img ALT="wedangan485.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/wedangan485.jpg" /></a></p>
<p><strong>BANYAK</strong> tempat <em><a HREF="http://solo.dagdigdug.com/2008/02/09/sensasi-wedangan-sala/">wedangan</a></em> di kota kelahiran saya, Kota Solo,  Jawa Tengah, tetapi hanya <em>wedangan</em> Mas Kasno yang  sekarang  menjadi favorit saya. Hampir setiap Kamis dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, saya minum teh-jahe-panas-manis, dan kadang-kadang menyantap <em>sego kucing</em>, di <em>wedangan</em> tersebut.</p>
<p>Saya pilih <em>wedangan</em> Mas Kasno bukan karena jenis maupun kelezatan makanan dan minuman yang disediakan. Juga bukan karena faktor harga. Itu semata-mata karena lokasinya, yang berada dalam kawasan <a HREF="http://solo.dagdigdug.com/2008/02/11/suasana-baru-tirtonadi/">Terminal Tirtonadi</a> Solo.</p>
<p>Saya mampir ke <em>wedangan</em> itu setiap Kamis dini hari, karena masih terlalu larut untuk pulang ke rumah sesudah menempuh perjalanan sekitar 272  km dari Surabaya ke Solo. Benar, saya minum atau makan di <em>wedangan</em> Mas Kasno sesaat setelah turun dari bus Patas yang membawa saya dari Terminal Bungurasih Surabaya ke Tirtonadi.  <a href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/bersama-mas-kasno-di-tirtonadi-tiap-kamis-dini-hari/#more-323" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=323&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_323" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/bersama-mas-kasno-di-tirtonadi-tiap-kamis-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Copet yang Mengundang Tawa</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[profesi]]></category>

		<category><![CDATA[reportase]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/</guid>
		<description><![CDATA[
ANDA pencopet? Kalau iya, jangan sekali-kali datang ke Toko Mirota Batik, di Jalan Malioboro, Jogjakarta. Karena, jelas terpampang di bagian atas  pintu masuk toko  laris     itu, sebuah plang bertuliskan COPET DILARANG MASUK.
Anda tertawa karena geli? Kalau iya, sama dengan saya. Ketika datang pertama kali mengantar istri ke toko di seberang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=320" REL="attachment wp-att-320" TITLE="copet485.jpg"><img SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/copet485.jpg" ALT="copet485.jpg" /></a></p>
<p><strong>ANDA</strong> pencopet? Kalau iya, jangan sekali-kali datang ke Toko Mirota Batik, di Jalan Malioboro, Jogjakarta. Karena, jelas terpampang di bagian atas  pintu masuk toko  laris     itu, sebuah plang bertuliskan <strong>COPET DILARANG MASUK</strong>.</p>
<p>Anda tertawa karena geli? Kalau iya, sama dengan saya. Ketika datang pertama kali mengantar istri ke toko di seberang Pasar Beringharjo ini, sekitar sembilan bulan lalu, saya tertawa membaca tulisan tersebut. Setelah itu, setiap kali datang lagi, saya masih saja tertawa. Demikian pula ketika saya ke sana untuk membelikan barang titipan istri, Jumat (14/11/2008) siang.</p>
<p>(Saya ke Mirota Batik  diantar  Agung PW,      jurnalis <em><a HREF="http://www.suaramerdeka.com">Suara Merdeka</a></em> Semarang yang bertugas di Jogjakarta. Tujuan utama saya ke Jogja kali ini  adalah membuat reportase tentang <a HREF="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/15/17291816/ponpes.senin-kemis.terima.santri.gay.dan.lesbian">pesantren khusus waria</a>, dan  saya memanfaatkan waktu        di <a HREF="http://www.surya.co.id/web/Berita-Utama/Mengintip-Ponpes-Khusus-Waria.html">sela liputan</a> untuk bertemu kawan-kawan lama seperti Agung. Juga, bersua  jurnalis <em><a HREF="http://www.detik.com">Detik.com,</a></em> Bagus Kurniawan, yang beberapa tahun lalu pernah satu kantor dengan saya di Gedung Persda-Kompas, Palmerah, Jakarta.       Menyenangkan bisa bertemu kawan-kawan lama).</p>
<p>Anda tertawa karena, bagi Anda, foto dan naskah tentang <strong>COPET DILARANG MASUK</strong> ini basi, lantaran sudah pernah Anda lihat dalam sebuah blog lain, atau bahkan  pernah Anda pasang pada blog Anda sendiri?  Kalau iya, tidak apa-apa. Karena, basi bagi Anda belum tentu basi untuk orang-orang lain.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=321&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_321" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/17/copet-yang-mengundang-tawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Semarang dan Jogja. Bekerja dan Jalan-jalan</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/03/ke-semarang-dan-jogja-bekerja-dan-jalan-jalan/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/03/ke-semarang-dan-jogja-bekerja-dan-jalan-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 14:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[reportase]]></category>

		<category><![CDATA[selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/03/ke-semarang-dan-jogja-bekerja-dan-jalan-jalan/</guid>
		<description><![CDATA[
CUKUP lama saya tak kerja-lapangan, meliput. Sampai kemudian, pada akhir Oktober 2008, saya ditawari &#8212;bukan ditugasi&#8212; atasan saya di kantor untuk pergi ke Semarang, meliput dan menulis  kisah lanjutan pernikahan Syeh Puji dengan Ulfa.
Saya oke. Maka saya pun berangkat dari Surabaya, transit di Solo (ke rumah!), baru kemudian ke Semarang. Jarak Solo ke Kota Semarang sekitar 100 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=301" REL="attachment wp-att-301" TITLE="syekh-omah-490.jpg"><img SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/11/syekh-omah-490.jpg" ALT="syekh-omah-490.jpg" /></a></p>
<p><strong>CUKUP</strong> lama saya tak kerja-lapangan, meliput. Sampai kemudian, pada akhir Oktober 2008, saya ditawari &#8212;bukan ditugasi&#8212; atasan saya di <a TITLE="koranku !" HREF="http://surya.co.id">kantor</a> untuk pergi ke Semarang, meliput dan menulis  kisah lanjutan <a HREF="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/24/04361491/kiai.nikahi.abg.secara.medis.membahayakan">pernikahan Syeh Puji dengan Ulfa</a>.</p>
<p>Saya oke. Maka saya pun berangkat dari Surabaya, transit di Solo (ke <a HREF="http://www.suaramerdeka.com/harian/0407/02/slo12.htm">rumah</a>!), baru kemudian ke Semarang. Jarak Solo ke Kota Semarang sekitar 100 km. Adapun rumah Syeh Puji bukan di Kota Semarang melainkan di Kabupaten Semarang, tepatnya di Desa Bedono, Kecamatan Ambarawa. Jarak rumah itu dari  Solo sekitar 100 km juga.</p>
<p>Jumat (31/11/2008) sekira pukul 08.00 WIB saya tinggalkan Solo, naik bus Patas. Turun di Terminal Bawen, saya dijemput seorang jurnalis muda Semarang yang bekerja untuk <a HREF="http://www.tempointeraktif.com/index.php"><em>Tempointeraktif</em></a>, Rofiuddin. <a href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/03/ke-semarang-dan-jogja-bekerja-dan-jalan-jalan/#more-302" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=302&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_302" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/11/03/ke-semarang-dan-jogja-bekerja-dan-jalan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sepur Suwung</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/09/14/sepur-suwung/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/09/14/sepur-suwung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 15:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/09/14/sepur-suwung/</guid>
		<description><![CDATA[ 
FOTO di atas bukan gerbong sepur kosong di sebuah stasiun yang menunggu para calon penumpang. Juga bukan gerbong sepur yang rusak dan tidak dimanfaatkan lagi sehingga menjadi gerbong suwung.
Foto itu adalah foto gerbong kelas bisnis nomor tiga (gerbong paling belakang) Sepur Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya, yang saya naiki dari Stasiun Solo Balapan, Jumat (12/9/2008) pagi lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <a TITLE="sepur-suwung465.jpg" REL="attachment wp-att-256" HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=256"><img ALT="sepur-suwung465.jpg" SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/09/sepur-suwung465.jpg" /></a></p>
<p><strong>FOTO</strong> di atas bukan gerbong sepur kosong di sebuah stasiun yang menunggu para calon penumpang. Juga bukan gerbong sepur yang rusak dan tidak dimanfaatkan lagi sehingga menjadi gerbong <em>suwung</em>.</p>
<p>Foto itu adalah foto gerbong kelas bisnis nomor tiga (gerbong paling belakang) Sepur Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya, yang saya naiki dari Stasiun Solo Balapan, Jumat (12/9/2008) pagi lalu. Gerbong kosong, karena kala itu hanya ada tiga orang di sana : saya, seorang penumpang-tak-bertiket alias ‘penembak tiket sepur’, dan seorang pekerja PT Kereta Api alias PT KA (yang juga tak berkarcis).</p>
<p>Sesuai kapasitas, gerbong tersebut bisa menampung 64 penumpang. Tetapi saat itu hanya berisi tiga penumpang &#8212;itu pun cuma  saya seorang yang memakai tiket resmi. Entah berapa besar kerugian <a HREF="http://www.kereta-api.com/" TITLE="situs palsu. error mulu !">PT KA</a> gara-gara mengoperasikan sepur<em> suwung</em> nan  sangat sepi  penumpang seperti ini. Belum lagi keadaan di gerbong-gerbong lain yang waktu itu juga sepi penumpang meski tidak sampai<em> suwung</em>.</p>
<p>(Sepekan sebelumnya, juga pada hari Jumat, <em>sami mawon</em>. O, ya, setiap Jumat saya memang  naik Sancaka dari <a TITLE="kota tenang" HREF="http://surakarta.go.id/kspsolo/">Solo</a>  menuju ke Surabaya, dari kota tempat tinggal keluarga saya menuju kota <a HREF="http://surya.co.id" TITLE="pokoke koran sip-lah">tempat kerja</a> saya).</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=255&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_255" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/09/14/sepur-suwung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Biaya Transportasi Naik. Saya Tetap Bersyukur&#8230;</title>
		<link>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/06/16/biaya-transportasi-naik-saya-tetap-bersyukur/</link>
		<comments>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/06/16/biaya-transportasi-naik-saya-tetap-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 14:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warungselatsolo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/06/16/biaya-transportasi-naik-saya-tetap-bersyukur/</guid>
		<description><![CDATA[
KARENA saya bekerja di Surabaya, sedangkan keluarga tinggal di Solo, maka biaya yang harus saya keluarkan setiap pekan untuk pulang ke Solo semakin besar setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),  Jumat malam, 23 Mei 2008 lalu. Saya biasa libur Kamis; berangkat dari Surabaya Rabu malam naik bus patas, berangkat kembali ke Surabaya Jumat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a HREF="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?attachment_id=124" REL="attachment wp-att-124" TITLE="karcis-bus25.JPG"><img SRC="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/files/2008/06/karcis-bus25.JPG" ALT="karcis-bus25.JPG" /></a></p>
<p><strong>KARENA</strong> saya <a HREF="http://www.surya.co.id">bekerja </a>di Surabaya, sedangkan keluarga tinggal di Solo, maka biaya yang harus saya keluarkan setiap pekan untuk pulang ke Solo semakin besar setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),  Jumat malam, 23 Mei 2008 lalu. Saya biasa libur Kamis; berangkat dari Surabaya Rabu malam naik bus patas, berangkat kembali ke Surabaya Jumat pagi menumpang Sepur Sancaka kelas bisnis.</p>
<p>Kini saya harus keluar uang Rp 131.000 setiap pekan, untuk ongkos jalan Surabaya-Solo pulang-pergi. Total uang sebesar itu untuk bayar biaya angkutan kota dua kali (dari kantor ke Terminal Bungurasih Surabaya), bus patas Surabaya-Solo, ojek dari Terminal Tirtonadi ke rumah; tiket Sepur Sancaka Solo Balapan-Surabaya Gubeng, dan angkutan kota dua kali lagi (dari Gubeng ke <a HREF="http://www.surya.co.id/web/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=49&amp;Itemid=47">kantor</a>). <a href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/06/16/biaya-transportasi-naik-saya-tetap-bersyukur/#more-119" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://warungselatsolo.dagdigdug.com/?p=119&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_119" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/06/16/biaya-transportasi-naik-saya-tetap-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

