muara hidup dan cinta kami

Tak Menyangka Ikut Kebaktian Wilayah di Jakarta

TANPA direncanakan sebelumnya, saya mengikuti Kebaktian Wilayah Saksi-Saksi Yehuwa di Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (7/2/2010) pukul 09.40 WIB-pukul 15.20 WIB. Kebaktian ini berlangsung dua hari, Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2), tetapi Sabtu saya masih dalam Kereta Api Argolawu, menempuh perjalanan Solo-Jakarta.

Mengapa saya ke Jakarta? Pimpinan kantor saya di Surabaya menugasi saya untuk sementara waktu —antara satu sampai dua bulan— bekerja di Jakarta. Menjadi editor-sementara di sebuah surat kabar terbitan Jakarta.

Kini saya berkantor lagi di kawasan Palmerah, Jakarta Selatan —tempat saya bekerja selama enam tahun pada 1998-2004 silam. Kos di kawasan yang sama, agar bisa menuju kantor dengan hanya berjalan kaki.

Penugasan ini termasuk dadakan. Diberitahu pimpinan pada Selasa (2/2) lalu, dan diminta segera berangkat ke Jakarta. Setelah mengabari istri dan tiga anak saya, yang tinggal di Solo, Jawa Tengah, saya memutuskan berangkat ke Jakarta Sabtu (6/2) pagi.

Hari Kamis (4/2) malam saya meninggalkan Surabaya, menuju Solo. Libur sehari di Solo, Jumat (5/2), sesudah itu esok harinya, Sabtu (6/2), naik Argolawu ke Jakarta. Menempuh perjalanan selama sekitar delapan jam.

Karena itulah saya tak bisa mengikuti kebaktian hari pertama. Tetapi, tidak apa-apa. Pasalnya, saya sudah pernah mengikuti kebaktian serupa bertema “Jagalah Kerohanian Saudara”  tersebut di Kota Surabaya, yaitu pada 24-25 Oktober 2009 lalu. Saksi-Saksi Yehuwa di Surabaya memang lebih dulu melaksanakan Kebaktian Wilayah sehingga saya bisa ikut duluan.

Karena harus ke Jakarta maka tanpa direncanakan sebelumnya, saya mengikuti Kebaktian Wilayah Saksi-Saksi Yehuwa di Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (7/2/2010) pukul 09.40 WIB-pukul 15.20 WIB. (Saya mengetahui rencana kebaktian ini dari seorang saudari seiman yang tinggal di dekat Palmerah, dua hari menjelang keberangkatan saya ke Surabaya).