muara hidup dan cinta kami

Anak Gadis Saya Diwisuda !

wisuda-horizontal-480.jpg

DARI lantai balkon gedung Auditorium UNS, Solo, Kamis (25/9) siang, saya mengirimkan SMS kepada beberapa kawan. ‘Aku nungguin Aik wisuda D-3 Fisipol-Periklanan UNS’, demikian isi pesan singkat saya tersebut.

(Aik, seperti sudah beberapa kali saya kisahkan dalam blog ini, adalah nama panggilan anak mbarep saya, Ariani Setyowati, yang kini berusia 21 tahun. Sejak sekitar dua bulan lalu, Aik sudah bekerja di sebuah perusahaan tekstil di Solo).

Bersama ratusan orangtua mahasiswa-mahasiswi lain, Kamis siang itu saya memang sedang duduk di balkon Auditorium UNS. Adapun anak-anak kami diwisuda di sebelah bawah.

Saking banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang diwisuda, 1.837 orang, upacara wisuda pun dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang. Rombongan Aik diwisuda pada sesi siang alias sesi dua, mulai pukul 11.00 WIB.

(Di tempat yang sama, kalau tak salah ingat pada 1990 —atau 18 tahun silam— saya juga diwisuda. Bedanya, saya lulus S-1, sedangkan Aik lulus D-3. Namun saya tak melihat hal ini sebagai degradasi. Menurut saya, pendidikan sekuler bukan segala-galanya karena masih lebih penting pendidikan rohani). Read the rest of this entry »