RSS Feed for This PostCurrent Article

Opi Mulai Belajar Alkitab. Juga Ikut Berhimpun

HARI Minggu (24/8/2008) pagi, anak lanang saya nomor dua, Okky a.k.a. Opi, ikut berhimpun bersama Saksi-Saksi Yehuwa di Sidang Solo Selatan. Bagi Opi, ini adalah perhimpunan pertama setelah dia belajar Alkitab setiap Kamis malam sejak sekira 1,5 bulan lalu.

Saya sungguh bersyukur kepada Allah Yehuwa. Karena, sebelumnya, tak gampang mengajak Opi belajar Alkitab kepada Saksi-Saksi Yehuwa, para pengikut Yesus Kristus tersebut. Anak saya, yang kini kelas III SMPN 3 Solo, itu selalu mengelak dengan berbagai cara.

Sampai kemudian, saat kenaikan kelas, Juli 2008 lalu, terungkap kenakalan Okky Surya Setyapamungkas —nama lengkap Opi— di sekolah. Dia, antara lain, tak membayarkan uang SPP selama delapan bulan, uang biaya darmawisata, dan uang buku.

[Gara-gara kenakalannya itu, saya harus melunasi (lagi) pembayaran sekitar Rp 1,5 juta. Padahal, dulu, saya sudah memberi Opi uang untuk melunasi semua kewajibannya di sekolah. Termasuk uang SPP, yang wajib dibayarkan Opi setiap bulan tetapi ternyata ditilepnya sampai sembilan bulan, dan pihak sekolah tak pernah menghubungi saya untuk menanyakan mengapa Opi tak pernah membayar SPP!]

Kenakalan Opi, yang menurut saya termasuk luar biasa, itu memicu kemarahan saya. Selain memarahi Opi, saya juga kembali meminta dia belajar Alkitab. Kali ini ternyata dia manut. Maka, anak lanang saya nomor dua tersebut pun belajar Alkitab, setiap Kamis malam, di rumah saya, di Kampung Slembaran, Serengan, Solo, Jawa Tengah.

[Sampai saat saya posting tulisan ini, akhir Agustus 2008, pelajaran Opi sudah sampai pada Pasal 4 Buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? Pasal 4 ini membahas tentang ‘Siapakah Yesus Kristus?’]

Pengajar Opi adalah Saudara Nelson Robby Cahyono, yang juga pengajar Alkitab adik tiri Opi, Ryan. Berbeda dengan Opi, Ryan sudah belajar sejak sekitar dua tahun silam, dan rutin ikut perhimpunan setiap Minggu pagi, ikut Pembahasan Buku Sidang (PBS) setiap Kamis petang, serta ikut menemani istri saya Sekolah Pelayanan Theokratis dan Perhimpunan Dinas setiap Selasa malam.

Seraya berdoa kepada Allah Yehuwa, saya berharap Opi selain teratur belajar Alkitab juga bisa rutin ikut perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa. Seperti Ryan, maupun saya dan istri saya (ibu tiri Opi).

Trackback URL

  1. 7 Comment(s)

  2. By nothing on Agu 29, 2008 | Reply

    weleh weleh..ga nyetor uang spp selama delapan bulan.
    untung wae Pake sabar tenan :)

  3. By jun on Sep 1, 2008 | Reply

    @ nothing : Guru-guru sekolahnya juga ‘nakal’. Masak anakku, Opi, nggak bayar SPP delapan bulan, nggak bayar uang buku, dan uang piknik, mereka nggak pernah mencari aku untuk ditanya-tanya mengapa Opi nggak bayar macam-macam !

  4. By aji on Sep 1, 2008 | Reply

    oalah pak jun..anake sampeyan yo ojo diseneni tho…
    kan wajar jaman sekolah nyolong duik spp kuwi..
    koyok biyen njenengan ra tau wae..
    wakakakak
    ojo strenght2, sampeyan koyok bapake michael jackson ae..huahahahaha
    kan buah jatuh tak jauh dari pohonnya
    huahahahahahahaha
    sampeyan yo ngono..anake nyuwun playstation malah ditukoke tetris..yo wis g usum pak..
    huahahahahahaha

  5. By nick on Nop 6, 2008 | Reply

    saya ingin tanya…….kenapa dalam kepercayaan anda….yesus dianggap tuhan.
    Sebetulnya tidak ada tuhan selain Allah.
    mustahil Allah menyekutukannya dengan mahluk ciptaannya, untuk disembah oleh para hambanya.

  6. By jun on Nop 10, 2008 | Reply

    @ nick : Silakan baca jawabannya di http://www.watchtower.org/in/rq/article_03.htm

  7. By ika Tobing on Des 1, 2008 | Reply

    wah, sama brur, saya juga punya adek2 yang banyak, tapi tidak semuanya bisa dengan rela hati pada awalnya untuk belajar alkitab,padahal keluarga kami sudah dari generasi kakek & nenek menjadi saksi-saksi Yehuwa ^_^ tapi saya yakin kalau mereka sudah merasakan cinta pada hukum-hukum Yehuwa, mereka akan dengan sendiri terbuka hatinya, yang penting kita terus bantu memupuk minat mereka. semangat!!

  8. By jun on Des 2, 2008 | Reply

    @ Sdri Ika Tobing : Terimasih komentarnya yang menguatkan rohani.

  1. 1 Trackback(s)

  2. Okt 1, 2008: Liburan Versi Saya, Aik dan Opi : warung selat:

Post a Comment