RSS Feed for This PostCurrent Article

Menteri Pun Menikmati Selat Istri Saya…

erman-selat-386.jpg

BEBERAPA nama terkenal pernah makan di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies. Misalnya, artis-pelawak Dono Warkop semasa hidup, atau penyair-dramawan WS Rendra.

Hari Rabu (30/7/2008) lalu, kembali ada sosok terkenal yang menikmati makanan khas warung istri saya, yaitu selat. Dialah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans),  Erman Suparno. Dia menyantap selat dan minum wedang tape ketan hangat setelah mengikuti acara dinas di Solo dan acara pribadi di Keraton Kasunanan Solo.

Erman bersama  rombongan —para pejabat dan karyawan di lingkungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), termasuk dari kantor Solo— datang Rabu sekira pukul 11.00 WIB. Semula, sehari sebelumnya, Selasa (29/7), salah seorang karyawati Depnakertrans Solo memberitahu istri saya bahwa menteri dan rombongan akan datang untuk makan pada hari Selasa (29/7) pukul 14.00 WIB.

Merespons baik rencana kedatangan menteri dan rombongan, Selasa siang, istri saya mempersiapkan para pekerja warungnya menyambut mereka sejak Selasa pagi. Ternyata, menjelang pukul 14.00, dia ditelepon, diberi tahu bahwa menteri dan rombongan batal datang; sebagai gantinya, pihak Depnakertrans Solo membeli puluhan bungkus selat.

Istri saya bersikap biasa saja menanggapi pembatalan tersebut. Sampai sehari kemudian, Rabu menjelang pukul 11.00 WIB, tiba-tiba karyawati Depnakertrans Solo yang juga langganan warung makan kami itu kembali menelepon, mengabarkan Erman dan rombongan akan datang.

Benar, sekira 10 menit kemudian, rombongan menteri tiba. Erman dan sebagian rombongan memilih tempat lesehan di selatan jalan, seberang warung-sekaligus-rumah-kami. Sebagian lainnya di sebelah utara jalan, di teras rumah yang jika pagi sampai sore menjadi tempat makan para pelanggan, juga secara lesehan.

erman-lesehan386.jpg

Ketika rombongan sudah memesan makanan dan minuman, saya menyalami Erman, kemudian memperkenalkan diri. Ternyata, dia masih ingat saya. “Iya, saya masih ingat Anda. Sekarang tambah gemuk,” katanya setelah menerima salaman tangan saya, kemudian tertawa.

Sebelum ini saya memang beberapa kali bertemu Erman. Saat saya masih menjadi reporter Harian Surya Surabaya yang ditugaskan di Jakarta, akhir Juli 1998 sampai pertengahan November 2004, saya beberapa kali mewawancarai dia, baik secara langsung maupun lewat telepon. Namun kala itu Erman belum menjadi menteri melainkan ‘hanya’ anggota DPR RI dari PKB.

erman-welcome386.jpg

Tetapi, terus terang, sebenarnya saya tidak menyangka memori Erman masih merekam keberadaan saya. Dan saya yakin dia benar-benar memang masih ingat saya —bukan sekadar basa-basi— karena terbukti dia menyebut saya tambah gemuk, tepatnya menjadi gemuk. Benar. Dulu berat badan saya memang hanya 47 kilogram, kini 67 kilogram, alias naik 20 kilogram….

Trackback URL

  1. 15 Comment(s)

  2. By nonadita on Agu 1, 2008 | Reply

    owwhh..
    jadi penasaran pengen nyoba makan di warungnya juga :D

  3. By juniantosetyadi on Agu 1, 2008 | Reply

    @ nonadita : Silakan datang untuk makan, Nonadita. Ajak Mas Zam juga ya…. Hehehehe.

  4. By nothing on Agu 1, 2008 | Reply

    betul, rasane cen mak nyuss..
    saya pernah makan ke sana dua kali…
    tapi yang terakhir [sekitar bulan februari 2008]lebih nikmat … lha makannya ga bayar alias gratis..di traktir tuan rumah, alias pak jun
    [suwun pak jun, kapan kapan neh yo…]

  5. By sut don on Agu 2, 2008 | Reply

    Klo ke surabaya bawa dong brur, pingin incip …

  6. By aji on Agu 2, 2008 | Reply

    wah..selat kuwi modele piye pak jun..
    tak mau kalah, semoga suatu saat susilo bambang yudhoyono minta dibuatkan kaos ke saya……hehehehe

  7. By jun on Agu 2, 2008 | Reply

    @ aji : hehehehe. sip, sip. selat iku modele bisa dilihat di sini :http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/07/04/menu-andalan-warung-selat-mbak-lies/

  8. By nothing on Agu 3, 2008 | Reply

    [..@ aji : hehehehe. sip, sip. selat iku modele bisa dilihat di sini :http://warungselatsolo.dagdigdug.com/2008/07/04/menu-andalan-warung-selat-mbak-lies/..]

    Jan ga mutu tenan, mosok mung di delokne gambar tok… yo mbok diajak ke solo si aji itu, trus di kasih contoh soal yang asli… hehe

  9. By jun on Agu 3, 2008 | Reply

    @ sut don : Pengen juga sih bawa selat dari Solo ke Surabaya, brur. Masalahnya, tiap dari Solo, saya berangkat naik sepur pukul 08.12 WIB, padahal warung istri saya buka jam 09.00. Alias belum mateng masakannya….

  10. By bangsari on Agu 4, 2008 | Reply

    wah, ada selat solo di jakarta ndak ya? jadi penasaran nih. apalagi bila ada yang traktir. hehehehe

  11. By esi on Agu 5, 2008 | Reply

    pak jun, kalo aku ke solo, aku mampir ke sana ya!
    ada rencana dalam waktu dekat ke sana, moga2 jadi

  12. By jun on Agu 5, 2008 | Reply

    @esi : Monggo, silakan mampir kalau nanti jadi ke Solo.

  13. By jun on Agu 6, 2008 | Reply

    @bangsari : Dulu, sudah lama sih, aku pernah baca Kompas tentang restoran yang jual selat-Solo di Jakarta. Moga-moga ada yang segera nraktir Anda, hehehehe.

  14. By Jenk on Agu 11, 2008 | Reply

    ndak sekalian kampanye kan ? hehe..

  15. By khai on Agu 11, 2008 | Reply

    kampanye juga ndak Jeng. Lha wong kenyataannya emang uenak koq…. *penasaran mode on*

  16. By jun on Agu 12, 2008 | Reply

    @ Jenk dan khai : Kampanye? Iya, kampanye bahwa makan selat itu enak dan sehat, hahahaha.

  1. 3 Trackback(s)

  2. Sep 9, 2008: Tirai Kerang Versi Kenjeran : warung selat:
  3. Okt 27, 2008: Ornamen Warung Selat : warung selat:
  4. Okt 28, 2008: cintalilis, selamanya… » Ornamen Warung Selat

Post a Comment