By warungselatsolo on Agu 29, 2008 in ladang-hidup | 11 Comments
WARUNG makan istri saya mendadak heboh, Senin (25/8/2008) sore lalu. Penyebabnya adalah seorang pria berkepala gundul pelontos, berkaos polo warna hijau dipadu dengan celana blue jeans. Begitu muncul di depan warung, dia langsung dirubung beberapa anak kecil.
Beberapa saat kemudian saya baru ngeh bahwa pria tersebut adalah Pangsit Anjasmara, salah satu personel Tim Musik Humor Solo, […]
By warungselatsolo on Agu 27, 2008 in Saksi-Saksi Yehuwa, keluarga | 8 Comments
HARI Minggu (24/8/2008) pagi, anak lanang saya nomor dua, Okky a.k.a. Opi, ikut berhimpun bersama Saksi-Saksi Yehuwa di Sidang Solo Selatan. Bagi Opi, ini adalah perhimpunan pertama setelah dia belajar Alkitab setiap Kamis malam sejak sekira 1,5 bulan lalu.
Saya sungguh bersyukur kepada Allah Yehuwa. Karena, sebelumnya, tak gampang mengajak Opi belajar Alkitab kepada Saksi-Saksi […]
By warungselatsolo on Agu 19, 2008 in profesi, sahabat | 7 Comments
DUA kali saya tak bisa ikut menikmati pesta makan enak —dengan lauk sate dan gule kambing— yang dihidangkan oleh Mas Abror. Pertama, lebih dari setahun silam, tatkala dia mengundang kami, para anak buahnya, makan-makan di rumahnya. Saya lupa apa momen acara siang hari tersebut; yang pasti, saat itu saya sedang berada di Solo, menikmati […]
By warungselatsolo on Agu 17, 2008 in sahabat | 1 Comment
SANGAT menggembirakan bersua kembali dengan kawan-kawan lama, apalagi setelah beberapa tahun tak jumpa. Jarak membuat saya tak gampang bertemu kawan-kawan itu : sehari-hari mereka di Jakarta, saya di Surabaya.
Hingga empat tahun silam, saya masih kerap berjumpa mereka lantaran sama-sama bekerja di Jakarta. Namun setelah saya dipindah ke Surabaya oleh manajemen kantor saya, Nopember 2004, […]
By warungselatsolo on Agu 11, 2008 in Sehari-hari | 5 Comments
HAMPIR setiap hari saya melihat kalender 2008 buatan kantor saya, sebuah pabrik kata-kata di Surabaya, baru malam ini (Senin, 11/8/2008) saya tahu ada kesalahan fatal pada kalender tersebut. Itupun karena diberitahu teman sekantor.
Salahnya di mana? Tempo hari, karena kurang memperhatikan, saya tidak tahu di mana kesalahan tersebut. Malam ini, setelah saya pertama kali tahu kesalahannya, […]