Istri yang Hobi Tertawa…
By warungselatsolo on Jul 23, 2008 in sahabat
MUHAMMAD Zainuri mengirimkan selembar foto pernikahannya ke saya via internet, beberapa hari lalu. Dia adalah sejawat saya tatkala sama-sama bekerja sebagai reporter Tabloid Bangkit, di Jakarta, sekitar 10 tahun silam.
Zen —demikianlah saya dan kawan-kawan biasa memanggil Zainuri— kini menjadi produser di TV One milik menteri-pengusaha Aburizal Bakrie alias Ical itu. Dia sudah lama bekerja sejak stasiun televisi tersebut masih bernama Lativi.
Sebelumnya, arek Mojokerto, Jatim, tersebut sempat bekerja di beberapa perusahaan pers di Jakarta sesudah Bangkit ditutup induknya, Harian Surya Surabaya. Saya ingat, sesudah Bangkit mati, Zen memutuskan tetap bertahan di Jakarta, keluar dari Surya, meski sebenarnya dia diberi kesempatan menjadi wartawan Surya di Surabaya atau kota-kota lain di Jatim.
Selama saya di Surabaya —setelah pindah dari Jakarta November 2004, atau hampir empat tahun silam— saya bersua Zen hanya satu kali. Saat itu, mungkin tiga tahun lalu, Zen mampir kantor saya di kawasan Margorejo Indah, Surabaya, ketika dia mudik ke Mojokerto menengok orangtua.
Bukan berarti setelah itu kami tak pernah kontak. Saya dan Zen kerap chating memakai YM!, dan sesekali ber-SMS-an atau saling menelepon. Ketika hendak menikah pun dia mengabari saya via YM!.
Tak bisa datang ke Jakarta, saya meneleponnya beberapa kali. Termasuk saat Zen menjemput orangtuanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, beberapa hari menjelang pernikahan Zen dengan R Husna Mulya a.k.a Una. Sehari setelah mereka menikah, saya mengirim SMS ke Zen, memberi ucapan selamat.
Una dan Zen menikah 22 Juni 2008, di Balai Selapa Polri, Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Siapakah Una? Sampai sekarang saya belum pernah bertemu Una karena memang tidak kenal; yang saya tahu, dia aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Bagaimana perjalanan jodoh mereka? Zen —yang dulu hobi menyanyi maupun mendengar lagu dangdut (sekarang masihkah?!)— pertama kali mengenal pujaannya tersebut saat Una bekerja untuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Saat itu Una menjadi staf Serikat Pekerja (SP) AJI Indonesia.
“Seiring perjalanan waktu, kami akhirnya pacaran hampir empat tahun. Kami memutuskan untuk menikah pada akhir 2007. Lamaran dilakukan 4 Februari 2008, dan kami melangsungkan pernikahan pada 22 Juni 2008,” kenang Zen.
Una, tulis Zen, pernah bekerja di Koalisi Perempuan Indonesia, dan pernah sekitar dua tahun di Komnas Perempuan sebagai kepala Divisi Reformasi Hukum. Sekarang Una menjabat Gender and Human Right Officer pada International Organisation for Migration (IOM).
Zen menggambarkan istrinya sebagai sosok penggembira alias hobi tertawa. “Kalimat yang selalu muncul dari dia, sejak subyek, predikat, sampe obyek, selalu ketawa,” tulis Zen via YM!
Hmm. Kalau memang Una hobi tertawa, kloplah ia dengan sahabat saya itu. Sebab, Zen sendiri merupakan figur ‘gembirawan’ juga, selalu hahahehe saat chating atau berbicara via telepon dengan saya maupun dengan kawan-kawannya yang lain….


5 Comment(s)
By
farieh on Jul 23, 2008 | Reply
waw.. klop deh jadinya…
hehehehe..
By
nonadita on Jul 23, 2008 | Reply
selamat buat pasangan pengantin barunya!
By bangsari on Jul 23, 2008 | Reply
“Zen —yang dulu hobi menyanyi maupun mendengar lagu dangdut”
wah, mirip dengan saya inih. saya juga penggemar bang haji lho…
By Ndoro Seten on Jul 24, 2008 | Reply
Yo nderek kintun donga mawon nggih…..
mugi atut runtut…
By bunug on Sep 10, 2008 | Reply
Mas Junianto, saya Bunug kom 90. Kebetulan Zen itu adalah temenku ketika sama2 di Majalah Trust Jakarta. Sayang aku nggak tahu soal resepsi itu…..