Dua Jurnalis Trans TV di Warung Selat Kami
SETELAH jurnalis-jurnalis Trans TV7 dan Indosiar, giliran dua jurnalis Trans TV yang membuat reportase tentang warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies. Mereka, Aulia (reporter) dan Benny (juru kamera alias cameraman).
Mereka datang kebetulan pada hari Kamis (26/6/2008) lalu, saat saya pulang ke Solo sesuai jatah libur rutin dari pekerjaan kantor di Surabaya. Karena itulah, ketika mereka bekerja, saya bisa mengabadikan proses pekerjaan mereka dengan kamera saya.
O, ya, Aulia dan Benny meliput untuk tayangan Program Good Morning di Trans TV, yang dipandu presenter Rieke ‘Oneng’ Dyah Pitaloka dan Ferdy Hasan. Beberapa hari sebelum saya posting tulisan ini, Selasa (8/7), istri saya menelepon saya di Surabaya, mengabari bahwa reportase tentang warung selat kami sudah tayang. Hanya, istri saya tidak sempat nonton tayangan itu; dia juga diberi tahu orang lain.

ooo ini tho (suami) pemilik warung itu….
keren ya kalo wartawan ngeblog…
keep posting!
Komentar oleh bangpay — Juli 8, 2008 @ 3:31 pm
angpaonya sendok, ya? aku juga pernah makan gretong di situ tapi gak tak tulis. kikiks…
Komentar oleh mase — Juli 8, 2008 @ 11:06 pm
Mas,tlng Kirim Foto-fotonya ke e-mail ku yaa…..Thx
Komentar oleh BenChan — Juli 11, 2008 @ 6:09 pm
[...] saya senang mengoleksi berbagai jenis patung koki untuk ornamen warung makannya, Warung Selat Mbak Lies, yang menjadi satu dengan rumah kami, di Serengan Gang II/42, Kota Solo, Jawa Tengah. Sejak Kamis [...]
Ping balik oleh Patung Koki. Beli di Surabaya, Bawa ke Solo « Bergas Ngeblog — April 24, 2009 @ 7:19 pm
dah tahu mbak lies sekarang, aku
aku mau nawarin PONARI SWEAT semoga mbalis jadi agen di solo
Komentar oleh nonreni — Mei 17, 2009 @ 5:48 am