Yu Bibit Tak Lagi Mengasuh Anak Lanang Saya
By warungselatsolo on Mei 30, 2008 in keluarga
EMPAT BELAS tahun bukan waktu yang pendek. Selama itulah Yu Bibit menjadi pembantu keluarga besar saya, di Solo. Pekerjaannya berakhir setelah dia pulang ke rumahnya, di sebuah desa di Kabupaten Wonogiri, Minggu (25/5/2008) pagi lalu.
Empat belas tahun bukan waktu yang sebentar. Setelah 14 tahun merawat anak lanang saya, Okky Surya Setyapamungkas a.k.a Opi —kini kelas II SMPN 3 Solo— Yu Bibit terpaksa pulang ke Wonogiri. Terpaksa, karena dia sebenarnya masih kerasan ikut keluarga saya di Solo tapi harus merawat simbok dan mbokdenya di desa, yang sakit-sakitan karena usia tua.
Empat belas tahun bukan waktu yang sebentar. Selama itulah Yu Bibit menjadi salah satu saksi hidup sejarah keluarga besar saya, maupun sejarah keluarga saya. Sejarah yang manis, juga yang pahit. Komplet.
Empat belas tahun bukan waktu yang pendek. Meski buta huruf, Yu Bibit ingat persis selama itulah dia menjadi pembantu di keluarga besar saya. Yu Bibit punya penanda sederhana : empat hari setelah dia mulai ndherek keluarga besar saya, Opi lahir. Karena sekarang Opi sudah berusia 14 tahun, berarti selama itulah Yu Bibit menjadi pembantu kami.
Empat belas tahun bukan waktu yang sebentar. Sepanjang waktu itu, sebagai wartawan Surya saya telah tiga kali berpindah kota —Solo, Jakarta, dan Surabaya— sementara Yu Bibit setia menemani keluarga saya di Kampung Slembaran, Serengan, Solo. Sampai kemudian, 25 Mei lalu, dia terpaksa mudik selamanya, ke rumahnya di Suwangon RT 03 RW 01, Belik Jaten, Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, sekitar 50 km dari Solo.
Empat belas tahun itu bukan waktu pendek. Selama itulah Opi diopeni Yu Bibit. Sejak bayi, sampai kini menjadi ABG jangkung —tinggi badannya melebihi tinggi badan saya— yang hobi bermain futsal sepulang sekolah. Yu Bibit setia, sabar dan telaten merawat Opi sejak bayi, kemudian menjadi Opi kecil yang baru bisa tidur jika memegangi telinga Yu Bibit, hingga Opi kini menjadi ABG yang sudah meninggalkan kebiasaan tidur sambil memegangi kuping orang lain.
Empat belas tahun itu waktu yang lama. Maka, tentu saja bukan hanya Opi yang diurusi Yu Bibit selama waktu itu, melainkan juga kakaknya, anak mbarep saya, Ariani Setyowati a.ka. Aik, yang kini semester VI di Diploma III Jurusan Periklanan Fisipol UNS Solo. Juga, keponakan saya, Jibran Sobron, yang sekarang kelas II SDN Kemasan Solo. Mereka ikut mengantar Yu Bibit saat pulang ke rumahnya, 25 Mei lalu.

