RSS Feed for This PostCurrent Article

Sesi Delapan. Saya Membual, dan Beroleh Award !

SESI ke delapan Fundamental Leadership Program dari The Dale Carnegie Training, Sabtu (17/5/2008) lalu, menjadi sesi terbaik sekaligus terburuk bagi saya. Terburuk, lantaran saya tidak bisa full konsentrasi mengikuti pelatihan tersebut gara-gara ada kabar sutradara-politikus Sophan Sophiaan meninggal akibat kecelakaan motor gede (moge) di Ngawi, Jatim.

sophan-bermoge1.jpg

Saat acara break, sekitar pukul 10.00 WIB, saya menengok ponsel yang saya setel silent. Ternyata banyak miscall, juga kiriman SMS. Isi SMS seputar meninggalnya Sophan. Ada, misalnya, teman kantor yang SMS sekadar memberi informasi bahwa Sophan meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sragen, Jateng, setelah dibawa dari lokasi kecelakaan di Ngawi.

Adapun SMS-SMS lain bukan sekadar memberi info tetapi meminta saya menugasi reporter Surya di Ngawi untuk meliput kasus Sophan. SMS-SMS ini datang dari atasan-atasan saya di Surya. Mereka meminta saya memberi tugas reporter Ngawi, karena Ngawi merupakan salah satu kota yang masuk desk saya, yaitu Desk Jatim.

Maka, seraya tetap mengikuti pelatihan, saya terpaksa beberapa kali keluar ruang pelatihan untuk mengirim SMS-SMS dan menelepon ke beberapa orang, termasuk ke Sudarmawan, anak buah saya yang biasa meliput di Ngawi dan sekitarnya. Karena kabar terakhir yang saya peroleh menyebutkan bahwa Sophan meninggal di Sragen, saya minta dia segera berangkat ke Sragen.

Urusan terkait almarhum Sophan beres sudah. Selebihnya tinggal menunggu hasil reportase Sudarmawan. Juga, liputan para reporter kami di beberapa kota, yang antara lain datang ke rumah keluarga Sophan di Jalan Garuda V Blok C II No 1, Bintaro Sektor I, Jakarta Selatan.

***

LALU, apa yang menjadikan sesi ke delapan di salah satu ruangan di Hotel Elmi Surabaya itu menjadi sesi terbaik saya? Tanpa saya duga, menjelang akhir sesi, sekira pukul 12.00 WIB, saya memperoleh Outsanding Perpormance Award dari Sesi 8-B.

Penghargaan ini diberikan berdasar pilihan para peserta pelatihan, yang masing-masing menulis sebuah nama di sebuah kertas kecil. Dari 24 peserta yang hadir pada sesi delapan—dua peserta tidak datang, yaitu Fadlil Iswahyudi (PT Tugu Pratama Indonesia) dan Ongko Wijoyo (PT Ares Kusuma Raya)— ternyata mayoritas menulis nama saya. Maka, saya pun memperoleh award tersebut, melengkapi sejumlah nama yang telah menerima lebih dulu pada sesi-sesi sebelumnya.

parker-horizontal-22.JPG

Award itu berupa pen merk Parker warna biru. Menurut General Manager The Dale Carnegie Training, Esti Hidayati Josep, saya berhak memperoleh penghargaan tersebut lantaran telah mampu menerapkan prinsip-prinsip komunikasi dan kepemimpinan, serta mampu menyampaikan secara efektif dari segi isi maupun penyampaian. Juga, karena mampu mengembangkan kualitas rasa percaya diri yang kuat sehngga menginspirasi peserta yang hadir, serta karena mampu melakukan persiapan yang matang dan cermat. Fuih, hebat ya, saya?! Hahahahaha.

Namun, omong-omong, apa sebenarnya yang membuat saya “memenangi” Outsanding Perpormance Award Sesi 8-B? Jawabnya : situs http://dagdigdug.com ! Saat masing-masing peserta diminta bergantian bicara di depan kelas tentang kemajuan yang dicapai terkait antusiasme berikut contoh atau buktinya, saya membual tentang antusiasme saya mengembangkan diri (self development) dalam bidang blog, yaitu belajar membuat beberapa blog di dagdigdug.com yang berbasis wordpress, seperti blog saya ini.

Ternyata bualan saya tak kalah dengan bualan paman-nan-terkenal-pemilik-dagdigdug.com. Buktinya, bualan saya ternyata berhasil. Buktinya, mayoritas peserta pun “tertipu”, dan menilai saya layak memperoleh award. Hahahaha !

Trackback URL

  1. 3 Comment(s)

  2. By paman tyo on Mei 22, 2008 | Reply

    wah ini namanya top markotop nordin m top :D

  3. By Dikdik Gunantara on Jun 2, 2008 | Reply

    Hahahaha…tapi sampeyan jangan dulu gembira karena saya yakin komentar Bu Esti juga tidak sepenuhnya benar….

  4. By syaiful hasibuan on Jun 9, 2008 | Reply

    ha…ha…ha…wah ini kalo dalam cerita 1001 malam pak jun cocok e jadi abunawas..jangan2 pernah belajar ya sama abunawas

Post a Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image