Semula Hanya Es Lilin…
By warungselatsolo on Mar 15, 2008 in ladang-hidup
WARUNG selat kami (tepatnya : warung selat istri saya. Saya hanya ikut mengklaim sebagai pemilik, hahahaha) sudah masuk ranah internet sejak sekitar empat tahun silam. Coba tanyakan ke Oom Gugel, dengan kata kunci ‘warung selat, solo’, atau ‘warung selat, mbak lies’, maka akan muncul sejumlah tulisan tentang warung selat kami, Warung Selat Mbak Lies.
Benar. Warung Selat Mbak Lies, begitulah nama warung istri saya, yang diambil dari nama panggilannya, Lies (Lilies). Â
Dikelola dengan manajemen tradisional –-misalnya, istri saya tak punya pembukuan khusus untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap hari— Warung Selat Mbak Lies kini memiliki 15 pekerja. Termasuk, dua pengatur parkir mobil dan sepeda motor di depan rumah sekaligus warung kami di Serengan Gang II/42 Solo.
Meski terletak di kampung, dalam gang sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil, warung selat yang didirikan istri saya sejak sekitar 20 tahun lalu itu tak pernah sepi pembeli. Sabtu dan Minggu, misalnya, jika siang hari, sering para pembeli harus rela antre.Â
(Karena itulah saya menghindari libur bekerja pada Sabtu atau Minggu, kecuali ada hal-hal penting, seperti ikut ibadat Saksi-Saksi Yehuwa. Sebab, jika Sabtu atau Minggu saya libur, yang berarti pulang dari Surabaya ke Solo, dipastikan akan keleleran lantaran istri saya demikian sibuk mengurus warung).
Jika Anda kini mampir ke warung selat kami, menyaksikan lumayan bagusnya rumah kami, dan melihat keriuhan para pembeli, besar kemungkinan Anda mengira usaha istri saya langsung gede dalam waktu cepat. Padahal, tidak.
Tak banyak orang tahu bahwa istri saya –menggunakan jiwa entrepreneurnya yang sangat tinggi–  merintis warung selat tu dengan jenis usaha  yang benar-benar remeh-temeh atau ecek-ecek : berdagang es lilin !
Itu terjadi selepas dia lulus SMA, tahun 1985-an. Kala itu, dia baru bekerja beberapa hari sebagai sales promotion girl (SPG) sebuah produk kosmetika Matahari Departement Store di Surabaya. Selesai bekerja, malam hari (calon) istri saya pulang ke rumah supervisornya, melihat pembantu rumah tangga sang supervisor ini membungkus es lilin kecil-kecil untuk dijual.
Mendadak, Wulandari Kusmasdyaningrum –-nama lengkap istri saya, yang kala itu belum menjadi istri saya— terinsiprasi untuk membuat es lilin juga. Maka, dia memutuskan keluar dari pekerjaannya, pulang ke Serengan, Solo, dan mulai mbunteli es lilin….
Sesudah itu, seraya waktu berlalu, sambil berjualan berbagai jenis makanan di warungnya nan kecil di rumah, dia menemukan ispirasi baru lagi : memilih selat-Solo sebagai hidangan andalannya. Maka, hari demi hari berjalan, tahun demi tahun berlalu, kini dia memiliki sebuah warung makan yang cukup terkenal, yang jika ditanyakan ke Oom Gugel akan muncul sejumlah tulisan tentang warung selat kami, Warung Selat Mbak Lies….

10 Comment(s)
By ghatel on Mar 15, 2008 | Reply
kapan2 saya mampir mas
btw enek sego pecele ora mas
~salam kenal~
By
vrp165 on Mar 16, 2008 | Reply
Gratisan yaa…
By blonty on Mar 18, 2008 | Reply
waduh, selate wis kakehan pemberitaan, nangin aku dhewe malah durung sempat ngicipi….. kapan gantian jualan DhoDhoL?
By Ulin on Mar 25, 2008 | Reply
Mbok aku dikirimi jakarta. Yen ora bulan mei atau juni aku ke solo tolong dicepakke sing paling mak nyuss….
By anggoro on Apr 2, 2008 | Reply
Oke boss… suatu saat yen aku pulang kampung ke Magetan, tak mampir Solo. Yen biasane aku berburu thengkleng, karena wis tuwo arep makan panganan sing lebih sehat.
Salam..!
By anggoro on Apr 2, 2008 | Reply
Oke boss…. suatu saat yen aku pulang kampung tak mampir Solo. Kalo biasanya aku berburu thengkleng, karena wis tuwo aku mo mulai makan panganan yang lebih sehat.
Salam….!
By Herdian on Apr 28, 2008 | Reply
member dagdigdug™ dapat diskon ya, kan?
By Dony on Mei 9, 2008 | Reply
Wah, iki lak cedhak omahku, mas! Wong omahku nang daerah Yudhistira. Brarti awake dewe tonggo noh, haha.
Selat gaweane nyonyah sampeyan nyat enak lan manteb tenan.
Salam kenal, mas….
By Dony on Mei 11, 2008 | Reply
Saya cuman numpak kok, mas. Pasnya di depan wedangan pak gandhul.
Matur suwun sudah mampir ke blog saya…Kapan2 mampir lagi…
By danang on Okt 27, 2008 | Reply
yo tonggoku juga