
HARI Jumat (26/6/2009) pagi, sekitar pukul 06.20 WIB, saya bersama istri dan dua anak lanang saya —Opi dan Ryan— meninggalkan rumah. Kami naik taksi, menuju Stasiun Solo Balapan. Kemudian, pukul 06.55 WIB, mengendarai Kereta Api Prameks ke Yogyakarta, sejauh sekitar 60 km.
Lebih-kurang 60 menit kemudian kami turun di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Setelah itu, kami mencari taksi, menuju Auditorium UPN Veteran, Jl Ring Road Utara.
Begitulah “ritual” pagi yang kami jalani selama tiga hari, sampai Minggu (28/6/2009). Kami datang ke Auditorium UPN untuk mengikuti Kebaktian Distrik 2009 Saksi-Saksi Yehuwa (SSY), bertema ‘Tetaplah Berjaga-jaga!”
Kebaktian berlangsung sejak pagi sampai sore, mulai pukul 09.20 WIB hingga 16.55 WIB. Adapun “ritual” sore adalah, dari Auditorium UPN naik taksi ke arah Stasiun Tugu Yogyakarta, kemudian naik Prameks menuju Stasiun Purwosari Solo, dan kembali naik taksi ke rumah sekaligus warung makan kami di Kampung Serengan Gang II/42 Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Kebaktian Distrik merupakan rutin rohani tahunan bagi kami. Sebuah “pesta rohani”, di mana kami beribadat sekaligus bergaul dengan ribuan warga Saksi maupun non-Saksi dari kawasan Yogyakarta dan Jateng. Jumlah hadirin ini mencapai puncaknya pada Minggu (30/6) siang, tercatat 2.736 orang.

Selain diisi serangkaian khotbah berdasar ayat-ayat Alkitab, kebaktian yang diselenggarakan oleh para pengikut Yesus Kristus ini juga dilengkapi dengan pembaptisan 42 anggota baru Saksi-Saksi Yehuwa.
“Pembaptisan adalah lambang pembaktian kepada Yehuwa (nama pribadi Allah, Red). Saksi-Saksi memandang pembaptisan sebagai langkah sangat penting untuk memperoleh perkenan Allah, dan akhirnya selamat melewati akhir dunia,” ujar Suwahyono, Bagian Pelayanan Berita Kebaktian Distrik Yogyakarta.

Secara keseluruhan, Kebaktian Distrik 2009 diselenggarakan Saksi-Saksi Yehuwa di 27 kota se-Indonesia. Melalui kebaktian ini, Saksi-Saksi Yehuwa antara lain mengingatkan pentingnya perintah Yesus dalam Matius 24:42 dan Markus 13:37, agar murid-muridnya ’tetap berjaga-jaga’.
Berbagi